Pemalsuan Link Undangan Pernikahan Digital
Dalam era digital yang semakin maju, penggunaan aplikasi online telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, kecanggihan teknologi ini juga memberikan celah bagi pelaku kejahatan untuk melakukan tindakan kriminal. Artikel ini akan menggambarkan fenomena ini dan memberikan pemahaman tentang cara kerjanya serta langkah-langkah yang dapat diambil untuk melindungi diri dari kejahatan semacam itu.
Kasus penipuan online adalah tindakan penipuan yang dilakukan melalui internet atau platform online. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus penipuan online telah meningkat dengan pesat karena semakin banyaknya orang yang menggunakan internet dan melakukan transaksi online.
Penggunaan internet telah melonjak dalam beberapa tahun terakhir di berbagai kalangan. Internet tersebut dapat mempermudah penggunanya menjelajahi media sosial secara bebas. Namun, kepopuleran internet ini juga menarik perhatian para penjahat digital yang melihat potensi untuk mencuri uang dari korban-korban yang lengah maupun buta digital.
Modus penipuan bisa bervariasi dan terjadi dalam berbagai bentuk. Beberapa contoh umum termasuk penipuan melalui telepon, surel (email), pesan teks, atau bahkan melalui media sosial. Penipuan sering kali bertujuan untuk memperoleh informasi pribadi atau keuangan, mengelabui orang untuk mentransfer uang, atau mendapatkan akses tidak sah ke akun atau data.
Belakangan ini masyarakat dihebohkan dengan modus penipuan baru pengiriman surat undangan pernikahan digital. Modus penipuan ini sebenarnya sama seperti modus penipuan yang terjadi beberapa waktu lalu yakni mengatasnamakan jasa kurir paket.
Kasus Penipuan Undangan
Modus penipuan surat digital undangan pernikahan yang disebarkan melalui pesan singkat cukup meresahkan masyarakat pada beberapa waktu terakhir.
Dalam aksinya itu, pelaku penipuan menyematkan dokumen aplikasi APK—format file aplikasi untuk ponsel Android—dengan nama surat undangan digital pernikahan. Jika tak jeli, penerimanya tak akan tahu kalau dokumen yang di-share merupakan undangan palsu yang digunakan untuk membobol data pribadi korban dan mengakses data perbankan.
Dalam berita tersebut membeberkan betapa bahayanya penipuan online berkedok undangan pernikahan ini. Agar terhindar dari modus penipuan berkedok undangan digital palsu, masyarakat diimbau untuk semakin cermat dan waspada, serta meningkatkan literasi digital. Selain itu, masyarakat juga didorong untuk dapat membedakan file undangan pernikahan digital asli dan yang palsu.
Bagaimana Tanggapan Masyarakat?
Merespons fenomena tersebut, konsultan resepsi pernikahan Ohana Enterprise Yogy Rulan Wijaya pun angkat bicara.
Yogy mengatakan, file undangan pernikahan digital asli lazimnya tidak berbentuk APK dan hanya dikirimkan oleh orang-orang terdekat.
"Hal pertama yang perlu dipastikan dalam menerima pesan singkat berisi undangan digital adalah pengirimnya harus dari pihak pengantin sendiri atau orang terdekat dari pengantin. Artinya, nomor pengirim pesan sudah dikenali atau tersimpan di ponsel,” ujar Yogy.
Lebih lanjut, Yogy juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka file undangan digital pernikahan dari nomor yang tidak dikenal.
Yogy menjelaskan, surat undangan digital pada dasarnya merupakan dokumen yang bersifat personal atau intim.

Komentar
Posting Komentar