Mengejar Cita-cita Hanya dengan Satu Kaki

 



Foto Agung Rizki Satria saat berlatih di Timnas.


    Pada tanggal 5 Mei 1999, di Keban Agung, Tri Rahayu melahirkan seorang anak laki-laki normal bernama Agung Rizki Satria.  Agung merupakan putra kedua dari pasangan Sunarso dan Tri Rahayu. Ia hidup dalam kasih sayang dan dukungan dari kedua orang tuanya.


    Meskipun begitu, cobaan yang sudah menjadi takdirnya tidak bisa ia hindari. Agung mengalami kecelakaan fatal yang menyebabkan salah satu kakinya harus diamputasi. Agung serta keluarganya pun menerima takdir itu dengan ikhlas.


    Berbeda dengan orang-orang yang putus asa jika mendapatkan musibah, Agung lebih memilih untuk melanjutkan hidupnya bak layaknya orang normal. Ia tetap melanjutkan pendidikannya menjadi mahasiswa di Universitas Gunadarma, Depok.


    Agung tetap gigih belajar dan mengejar ilmu. Sampai Agung mulai menyukai dan berlatih sepak bola pada November 2018. Lewat sepak bola inilah nama Agung dikenal oleh khalayak. Keberhasilan Agung saat ini tidak terlepas dari dukungan orang tuanya. Ia menyampaikan bahwa orang tuanya selalu memberikan fasilitas untuknya dalam bermain bola.


    “Sebenarnya saya tidak hobi main bola, namun setelah kecelakaan, saya melihat teman-teman bermain bola. Awalnya saya cuma melihat tapi tidak diajak akhirnya saya meminta pada orang tua saya untuk memberikan fasilitas. Alhamdulillah orang tua setuju dan yang terpenting adalah orang tua tidak melarang saya main bola,” ungkap Agung.


    “Walaupun sempat dalam waktu 3 atau 2 bulan tongkat saya patah karena main bola. Sempat dilarang, namun saya tetap memaksa untuk bermain bola, akhirnya orang tua saya mengizinkan,” lanjutnya.


    Berkat kegigihannya itulah akhirnya ia bisa dipanggil untuk bermain bersama Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia. Akan tetapi, banyak sekali suka dukanya menjadi pemain sepak bola amputasi. 


    Keterbatasan fisik menjadi halangan yang jelas adanya, seperti pemain dengan 1 kaki dan kiper dengan 1 tangan. Namun selain itu, ada juga beberapa faktor lainnya yaitu minimnya fasilitas seperti lapangan yang tidak sesuai dengan ukurannya, belum adanya bantuan dari pemerintah, bahkan tidak familiar di kalangan masyarakat. Ini menjadi kendala sendiri bagi Timnas Sepakbola Amputasi Indonesia.


    Meskipun begitu, Agung menyebutkan bahwa bermain Sepakbola Amputasi ini menjadi pengalaman menarik. Dengan fasilitas yang minim dan lapangan yang tidak besar, namun timnya tetap semangat dalam menjalani latihan.


    Agung juga membuktikan kepada khalayak bahwa meskipun keterbatasan dari segi fasilitas bukan menjadi penghalang untuk ia dan rekan-rekannya mengharumkan bendera merah putih ini.


    "Kita semua tetap semangat dan berjuang, sampai akhirnya kita bisa membuktikan bahwa kita bisa berhasil sampai tahap ini dan bisa lolos untuk masuk Piala Dunia dan juga kita semua bisa membawa nama baik negara Indonesia," terangnya.


    Agung dan rekan-rekannya berhasil membawa timnas garuda ke kancah internasional lewat laga Kualifikasi Piala Dunia Amputasi 2022 Zona Asia Timur. Kepastian itu didapat setelah Timnas Sepak Bola Amputasi berhasil mengalahkan Malaysia dengan skor telak 3-0. Agung Rizki Satria pun menjadi salah satu pemain dengan gol terbanyak, ia mencetak 5 gol selama babak kualifikasi berlangsung.


    Berkat Agung dan rekan-rekannya serta seiring berjalannya waktu, kini Sepakbola Amputasi mulai dikenal dan menjadi perhatian. Akhirnya, banyak yang mulai memberikan bantuan-bantuan kepada Timnas Sepakbola Amputasi Indonesia.


    Meskipun Agung memiliki keterbatasan, hal itu tidak merubah semangatnya untuk meraih cita-cita. Selain sebagai pesepakbola dan mahasiswa, Agung adalah seorang Ustadz di Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) Al - Faqih Mandiri binaan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) kota Depok, Jawa Barat.


    Agung adalah sosok inspiratif yang menunjukkan kepada dunia bahwa disabilitas bukanlah halangan untuk mencapai impian dan tujuan hidup. Ia mengajarkan nilai-nilai ketekunan, semangat juang, dan tekad yang kuat.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

“ME” Album Jisoo BLACKPINK Resmi Jadi Million Seller

Timbulnya Keimanan Karena Ramadhan

Pengaruh K-POP dalam Gaya Hidup Milenial